Sunday, November 29, 2009

JALAN RINDU

0
1:
demi matamu, sungguh aku tak bisa berpaling. selalu, telaga itu amat jernih. melambaikan tangan sunyimu. lalu, kerling matamu yang setengah malu itu, amat menikam pandanganku.

telaga di matamu itu, mirip sungai arak yang dijanjikan dewa di firdaus. di telaga itu, aku ingin selalu tenggelam dan menjadi arusmu.


2:
demi bibirmu, aku akan selalu kembali. kau yang selalu membisikkan wangi di telingaku. kata-katamu bau melati yang menaburi pemakaman hati. lalu, gigitan bibirmu membekaskan rindu.

mawar di bibirmu, merah menyala, tanpa duri. juga desismu bukan ular yang menebar bisa. aku ingin selalu mencium wangi bibirmu.

3:
demi tubuhmu, sungguh akan selalu ku ingat jalan pulang. wangimu semerbak, seperti bau tanah kemarau yang tersiram hujan. pula pinus yang ditingkah gerimis kala subuh. wangi tubuhmu menuntun arahku.

selalulah kau di situ. jangan pernah pergi. aku akan selalu pulang tepat waktu. sebab kaulah jalan rinduku.
--Musyafak Timur Banua
[11/08/09, 18:40]
Author Image

About ngobrolndobol
Soratemplates is a blogger resources site is a provider of high quality blogger template with premium looking layout and robust design

No comments:

Post a Comment